Membuat catatan lapangan

Avifauna Sunda Besar masih belum banyak terungkap. Daftar jenis setempat masih belum lengkap, daftar jenis untuk pulau-pulau lepas pantai sangat tidak memadai, dan kebanyakan catatan mengenai habitat dan makanan masih bersifat umum dan berdasarkan catatan yang sangat sedikit.

Pola migrasi dan masa perkembangbiakan juga sangat sedikit didokumentasikan. Jumlah ahli burung (ornitologiwan) di kawasan ini tidak banyak, sedangkan secara geografis wilayahnya cukup luas dan beranekaragam. Anda mungkin mengamati burung hanya untuk kesenangan, tetapi barangkali pengamatan tersebut cukup penting. Mungkin hanya Andalah sumber informasi penting dari kawasan ini selama periode berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Baca lebih lanjut

Teknik-teknik lapangan untuk mengamati burung.

Mengamati burung merupakan suatu hobi yang sangat menarik. Semakin banyak pengalaman seorang peneliti burung maka akan semakin baik dan semakin tajam pula pengamatannya. Pemerhati burung berfungsi seperti mata dan telinga untuk mengawasi keadaan planet kita. Daftar jenis dan pengamatan mereka sangat penting bagi ilmuwan dalam menentukan upaya pelestarian lingkungan. Baca lebih lanjut

Konservasi Burung

Karena besarnya jumlah penduduk dan meningkatnya tekanan eksploitasi terhadap semua sumber daya yang memihki nilai ekonomi, maka tidak dapat dihindarkan bahwa alam befada dalam status kemunduran. Hutan didesak sampai ke puncak gunung yang paling tinggi, burung-burung diburu untuk dimakan, untuk olahraga, atau dijual. Bagaimana burung-burung ini dapat bertahan menghadapi perubahan yang terus berlangsung? Tindakan koriservasi apa yang telah diambil untuk melindungi mereka? Baca lebih lanjut

Nilai Burung bagi Perekonomian dan Kebudayaan Setempat

Jenis burung walet mempunyai nilai industri di kawasan ini. Sarang dua jenis burung ini yang secara rutin dipanen yaitu sarang Collocalia fuciphaga yang paling mahal (dikenal sebagai sarang putih yang hampir seluruhnya dibuat dari ludah murninya) dan sarang Collocalia maxima (dikenal sebagai sarang hitam) yang harganya tidak semahal sarang putih, karena banyak bulu hitam yang bercampur dengan liurnya sehingga perlu dibersihkan dengan hati-hati. Baca lebih lanjut

Populasi manusia, penggunaan lahan dan habitat burung

Pulau Jawa dan Bali tnerupakan wilayah yang penduduknya terpadat di dunia, yaitu 96 juta jiwa penduduk dengan kepadatan 800 jiwa/km2.Jumlah ini populasinya masih terus bertambah 2% per tahun. Tentunya tidak mengherankan jika hutan tinggal sedikit dan tekanan terhadap habitat burung sangat tinggi. Kurang dari 10% luas total masih tertutup hutan alami, tetapi banyak di antaranya telah dipengaruhi oleh manusia. Baca lebih lanjut

Vegetasi alami lingkungan burung di kawasan Sunda Besar

Sebagian besar kawasan ini semula tertutup oleh hutan hujan tropis yang lebat, kecuali di daerah yang lebih kering di Jawa timur dan Bali, yang hutannya ditumbuhi pohon yang meranggas (meluruhkan daun) secara musiman. Berbagai tipe hutan yang mendukung berbagai komunitas burung diuraikan sebagai berikut. Baca lebih lanjut