Tempat penting pengamatan burung di Jawa dan Bali – ♥ Om Kicau 

Taman Nasional Ujung Kulon. Merupakan habitat terakhir Badak Jawa. Kawasan ini merupakan taman nasional yang indah dan unik, terletak di ujung barat P. Jawa. Wilayahnya meliputi hutan rawa datar yang luas, dengan dua gunung kecil tertutup hutan hujan tropis yang sangat bagus, beberapa padang rumput penggembalaan, belukar pantai, pesisir, karang yang terjal, dan beberapa pulau lepas pantai. ♥

Taman nasional ini dapat dicapai dari Pelabuhan Labuan, dengan perahu atau berjalan kaki ke markas besar di Taman Jaya, atau dengan perahu ke pos peristirahatan di P. Handeuleum dan P. Peucang. Kawasan ini memberi kesempatan untuk mengamati burung di semua habitat dan mengenal burung-burung P. Jawa yang khas, antara lain Ayam-hutan hijau, Merak hijau, Bubut Jawa, Serindit Jawa, Cekakak Jawa, juga burung pengoceh yang endemik di Jawa, burung-madu, dan berbagai jenis lain yang menarik.

Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango. Kawasan ini dapat dicapai dengan mudah dari jalan utama Puncak (antara Bogor-Bandung). Kantor taman nasional berada di Kebun Raya Cibodas yang terkenal (pada ketinggian 1200 m) yang sejuk, kemudian naik sampai puncak Pangrango (3.026 m) yang tertutup hutan lumut dan padang rumput. Kawasan ini luasnya 140 km2, kebanyakan terdiri dari hutan submontan yang hijau sepanjang tahun.

Hutannya lebat dan baik, kecuali pohon-pohon besar di dekat pintu masuk telah rusak karena angin badai. Kawasan ini sebaiknya dikunjungi pemerhati burung yang memburu jenis di Jawa. Banyak jenis burung endemik jawa dan jenis lain yang langka dapat ditemukan di sini, seperti Elang Jawa, Puyuh-gonggong Jawa, Celepuk Jawa, Walet gunung, Luntur gunung, tiga jenis burung Takur yang endemik, Cerecet Jawa, semua burung pengoceh (Timaliidae) yang endemik, Ciung-mungkal Jawa, Tesia Jawa, Kipasan ekor-merah, Opior Jawa, dan Kenari Melayu. Bagaimanapun, pengamatan burung di sini cukup sulit, karena hutannya tinggi, lebat, gelap dan sering hujan. Beberapa hari diperlukan untuk observasi pendahuluan.

Taman Nasional Meru Betiri. Merupakan kawasan dataran rendah dengan hutan belantara yang lebat.Terletak di pantai tenggara P.Jawa, tempat tersisa harimau Jawa yang terakhir sampai beberapa tahun yang lalu. Taman nasional ini luasnya 495 km2, terdiri dari garis pantai berbukit-bukit, pantai pasir yang indah, hutan primer dan hutan sekunder yang luas, hutan mangrove, dan kebun karet. Puncak tertingginya adalah 1.223 m. Kawasan ini dapat dicapai melalui jalan dari Banyuwangi. Tercatat lebih dari 180 jenis burung di kawasan ini, tetapi belum dieksplorasi secara sempurna sehingga beberapa jenis lain belum tercatat. Hutan di kawasan ini lebih lembab daripada kebiasaan untuk lokasi di bagian timur P. Jawa, sehingga sesuai bagi beberapa jenis burung yang tidak ditemukan di Baluran yang lebih kering.

Taman Nasional Baluran. Kawasan ini terbentang di sudut timur laut P. Jawa. Dengan mudah dapat dicapai dari Situbondo atju Banyuwangi. Kawasan yang indah ini luasnya 250 km2, meliputi hutan savana musiman yang berpusat di sebuah gunung berapi padam,yaitu G. Baluran (1.250 m).Hutanini setengah terbuka, kondisinya sangat baik untuk mengamati burung.Taman nasional ini mempunyai daftar jenis burung yang mengesankan, lebih dari 160 jenis, termasuk Merak hijau, Ayam-hutan hijau, dan Jalak putih. Suatu hutan lembab yang tidak terlalu luas terdapat di dalam kawah G. Baluran, mungkin masih terdapat beberapa jenis burung yang aneh. Garis pantai yang luas serta hutan mangrovenya merupakan tempat yang baik untuk melihat burung perancah dan burung air.

Taman Nasional Bali Barat. Merupakan kawasan yang luas, indah, dan masih liar. Lokasinya di ujung barat Bali, dengan luas total 190 km2 dan puncak tertinggi 700 m. Kawasan ini terdiri dari hutan perbukitan, hutan musiman yang kering dengan lembah-lembah yang lebih lembab, savana pesisir, semak-semak, dan hutan mangrove. Terkenal sebagai tempat tinggal satu-satunya habitat Jalak Bali yang endemik. Juga sesuai bagi beberapa jenis burung lain yang menarik, misalnya Cangak laut, Cerek Melayu, dan Kacamata laut di P. Menjangan, Ayam-hutan hijau, Paok pancawarna, dan banyak lagi. Musim gugur merupakan waktu terbaik untuk menyaksikan migrasi elang yang menye-berangi Selat Bali ke tempat tinggal mereka pada musim dingin, yaitu di Nusa Tenggara.

Izin masuk ke taman nasional di Indonesia dapat diperoleh di setiap kantor taman nasional, sedangkan untuk cagar alam lainnya harus melapor terlebih dulu ke Direktorat Jendral PHPA (Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam) di Gedung Manggala Wanabakti,Jalan Gatot Subroto,Jakarta, Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s