Merekam suara burung

Suara burung pada umumnya merupakan ciri khasnya, seperti juga penampilan visual-nya. Pada beberapa jenis, seperti burung pengoceh tertentu, pola suara mungkin merupakan satu-satunya ciri diagnostik di lapangan. Peneliti burung yang berkeliling melewati hutan akan mendengar suara lebih banyak jenis dibandingkan denganjenis yang dapat dilihatnya. Seorang pengamat biirung akan mengabaikan sejumlah besar informasi, jika tidak belajar mengenali suara burung.

LJntuk menguraikan suara burung serta mencatat bentuk dan susunan suaranya tidak mudah. Suatu metode baku di dalam buku-buku burung, termasuk buku ini, adalah menggunakan suku kata. manusia yang kira-kira mendekati bentuk dan suara burung tersebut. Cara ini akan membantu kita untuk menghafal suara burung bersangkutan.

Metode ini sudah berumur lama dan dipakai di hampir seluruh dunia. Banyak nama daerah untuk sejenis burung diambil dari suaranya, misalnya kawau untuk burung Kuau raja, dan kutut, titiran, atau keteran untuk perkutut. Dalam bahasa Belanda, nama Piet van Vliet diberikan kepada jenis-jenis burung wiwik. Tetapi metode ini mempunyai banyak kelemahan, karena orang yang berbeda akan membuat interpretasi yang berbe-da pula. Di samping itu, huruf-huruf yang mempunyai arti atau mempunyai satu bunyi dalam satu bahasa mungkin tidak dapat dikenali atau diucapkan dalam bahasa lainnya.

Rekaman suara burung dapat diperoleh melalui alat perekam (tape/cassette recorder), yang relatif kecil, murah, dan mudah didapat. Suatu mikrofon pengarah diperlukan untuk memperkuat bunyi suara burung dan memperkecil pengaruh suara lain di seki-tarnya.Terdapat dua tipe mikrofon pengarah yang dapat dibeli, yaitu mikrofon yang uni-directional dan reflektor parabola. Parabola akan memberikan hasil dengan kualitas yang lebih baik, tetapi ukurannya lebih besar dan kurang praktis.

Perbaikan lainnya adalah merekani dalam stereo, dengan menggunakan mikrofon yang terpisah atau menghadap ke arah yang berlainan. Rekaman stereo membantu untuk memisahkan suara subyek dari suara lain yang tidak diperlukan, tetapi terekam dalam waktu yang sama. Semua metode ini bertujuan untuk mendapatkan suara sedekat mungkin pada obyek.

Suara dari tape kurang; menguntungkan karena tidak bisa diuji secara visual, tetapi hal itu dapat diatasi dengan menggunakan mesin sonograf yang mampu memper-lihatkan intensitas dan nada suara terhadap skala waktu. Sonogram yang demikian sangat berguna dalam analisis ilmu dan perbandingan suara burung.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s