Membuat daftar jenis burung

Kebanyakan pengamat burung menyimpan daftar burung yang mereka Khat, daftar burung yang mereka lihat dalam sehari, daftar lokasi semua burung yang dilihat pada satu lokasi atau kawasan konservasi tertentu, daftar pulau, daftar perjalanan, daftar tahun, atau daftar untuk seumur hidup, dll. Menyusun daftar yang demikian, selain menye-nangkan, juga memberikan nilai tambah, mengingat tujuan dan manfaatnya.

Catatan seperti ini merupakan sumber yang sangat berharga bagi informasi ilmiah. Informasi ini berguna, baik bagi studi burung-burung itu sendiri maupun untuk pakar konservasi dan pengelola kehidupan liar dalam memilih, melindungi, serta mengelola cagar alam dan kawasan konservasi lain, demi menjamin kelangsungan hidup berbagai satwa liar yang penting dan bernilai tinggi.

Karenanya, daftar ini harus dibuat teliti supaya bermanfaat. Catatan ini jangan sampai dicampurkan dengan informasi yang meragukan. Silakan buat catatan jenis yang belum diketahui, tetapi pisahkanlah dengan catatan jenis yang sudah diidentifikasi. Bahkan seorang pakar sekalipun tidak akan dapat mengidentifikasi setiap burung yang dilihatnya. Pastikan bahwa semua jenis dalam daftar yang dibuat dapat diidentifikasi melalui lokasi, tanggal, atau periode pengamatan burung dilakukan.

Daftar yang paling umum dibuat oleh peneliti burung biasanya berisi informasi hari, lokasi, atau daftar perjalanan. Akan tetapi, daftar tersebut masih belum lengkap. Akan banyak waktu yang dibutuhkan untuk menemukan dan mengidentifikasi semua jenis penetap di suatu lokasi.Jenis pendatang baru dapat ditambahkan ke dalam daftar itu dari tahun ke tahun. Daftar yang tidak lengkap pada suatu tempat tidak akan memberikan gambaran yang utuh.

Juga tidak dapat digunakan untuk menentukan kelimpahan relatif dari jenis bersangkutan atau keanekaragaman jenis di suatu lokasi. Sebuah daftar pendek mungkin memperlihatkan avifauna yang miskin, tetapi mungkin juga menunjukkan pendeknya kunjungan atau buruknya kondisi cuaca. Daftar burung menjadi jauh lebih bergunajika dapat menunjukkan kelimpahan jenis dan intensitas usaha penyelidikan.

Idealnya, setiap burung yang dilihat dan didengar suaranya selalu dicatat, tetapi pada prakteknya hal ini tidak mungkin. Saya rekomendasikan metode berikut yang terbukti sangat berguna di Indonesia dan negara lain di Asia Tenggara.

•   Buatlah daftar catatan jenis yang baru dilihat maksimal sampai 20 jenis, kemudian mulai lagi dengan daftar yang baru. Setiap jenis hanya dicatat satu kali dalam satu daftar, tetapi kemungkinan akan dicatat kembali pada daftar berikutnya. Analisis terhadap 10 daftar atau lebih pada suatu lokasi tertentu akan memberikan gambaran yang sangat baik mengenai avifaunanya.

•   Buat grafik yang menggambarkan hubungan antara jumlah kumulatif dari jenis-jenis yang dicatat terhadap jumlah daftar yang dibuat, sehingga terlihat suatu garis kurva penemuan jenis. Kecuraman grafik tersebut mencerminkan kekayaan jenis dan menentukan berapa banyak jenis lagi yang masilj akan ditemukan di lokasi tersebut. Jenis yang terdapat dalam proporsi yang tinggi pada daftar jelas merupakan jenis yang berlimpah atau mencolok dari avifauna setempat.

Grafik di bawah ini memperlihatkan contoh data lapangan untuk tiga cagar alam di Jawa dan satu cagar alam di Kalimantan.

Kurva jenis yang ditemukan di empat lokasi di Kawasan Sunda.

Keuntungan metode tersebut adalah tidak terlalu bergantung pada pengalaman dan pengetahuan pengamat, intensitas pengamatan, keadaan cuaca, atau faktor-faktor lainnya.

Beberapa aturan yang perlu diingat adalah:

1. Semua jenis yang dilihat seharusnya dimasukkan ke dalam daftar. Jenis yang belum dikenali perlu diberi catatan tambahan, misalnya diberi nama atau kode khusus, sehingga dapat dibandingkan dengan yang lain jika kemudian ditemukan lagi.

2. Hasil pengamatan akan mencerminkan tempat data tersebut dikumpulkan dan akan memperlihatkan kelainan pada pola survai. Untuk menggambarkan secara teliti avi-fauna burung di seluruh wilayah sebuah kawasan konservasi, semua tipe habitat seharusnya disurvai dalam proporsi yang sesuai dengan kelimpahannya. Jangan terlalu sering melakukan survai melalui jalur yang sama. (Bersambung)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s