Membuat catatan lapangan

Avifauna Sunda Besar masih belum banyak terungkap. Daftar jenis setempat masih belum lengkap, daftar jenis untuk pulau-pulau lepas pantai sangat tidak memadai, dan kebanyakan catatan mengenai habitat dan makanan masih bersifat umum dan berdasarkan catatan yang sangat sedikit.

Pola migrasi dan masa perkembangbiakan juga sangat sedikit didokumentasikan. Jumlah ahli burung (ornitologiwan) di kawasan ini tidak banyak, sedangkan secara geografis wilayahnya cukup luas dan beranekaragam. Anda mungkin mengamati burung hanya untuk kesenangan, tetapi barangkali pengamatan tersebut cukup penting. Mungkin hanya Andalah sumber informasi penting dari kawasan ini selama periode berbulan-bulan atau bertahun-tahun.

Membuat catatan lapangan dengan baik, membagi informasi kepada pengamat burung lainnya (baik individu maupun dalam kelompok), atau memberi informasi melalui majalah, akan menolong mengisi kekosongan data/informasi dalam bidang ini. Beberapa petunjuk berikut ini akan sangat berguna:

•   Bawalah selalu dan gunakan sebuah buku catatan. Simpanlah di dalam tas yang tahan air.

•    Gunakan pensil atau ballpoin, bukan tinta yang luntur jika terkena air.

•    Catat dengan jelas lokasi dan tanggal hasil pengamatan, buat dalam daftar yang lengkap.

•    Catat semua burung yang dilihat di suatu lokasi.

•    Catat dengan rinci burung yang langka atau abnormal, kemudian kirimkan ke klub pengamat burung atau majalah.

•   Catat tanggal pengamatan jenis-jenis burung yang bermigrasi serta keadaan bulunya: bulu biak, peralihan, tidak berbiak, atau rontok.

•    Catat berbagai data mengenai pembiakan.

•    Catat berbagai data tentang makanan atau tingkah laku yang aneh.

Mencatat waktu pengamatan sangat penting, jangan ditunggu sampai Anda sudah tiba di rumah, karena biasanya pengamat akan segera lupa di lokasi mana atau tanggal berapa, sejenis burung pernah dilihatnya (penting untuk gambaran musim kawin dan periode migrasi). Catatan ini juga penting untuk identifikasi selanjutnya dari burung-burung yang tidak dapat dikenal dengan segera di lapangan.

Petunjuk identifikasi: Apa yang diamati

Identifikasi seekor burung didasarkan pada kombinasi dari beberapa ciri khas, termasuk penampakan umum, suara, dan tingkah laku. Juga penting untuk mencpcokkan sebanyak mungkin bagian burung, terutama ciri-ciri diagnostik, jika diketahui. Sifat yang paling mencolok, misalnya garis putih pada ekornya, mungkin diingat dengan jelas, tetapi ciri-ciri lain sering dilupakan. Dalam mengecek petunjuk di lapangan nanti, pengamat mungkin dapat menemukan dua burung yang sama dengan garis putih pada ekornya, tetapi tidak dapat mengingat apakah burung tersebut berkepala coklat atau abu-abu.

Terhadap burung jenis baru atau yang belum dikenal, sebaiknya dibuat sketsa dalam buku catatan, seperti terlihat pada gambar berikut. Sketsa tersebut tidak perlu terlalu artistik, yang penting tergambarkan berbagai ciri rinci, seperti ukuran, bentuk, panjang paruh, adanya jambul (hiasan pada bagian atas kepala), atau ciri lain, warna bulu, panjang sayap dan ekor, warna kulit muka yang tidak berbulu, juga warna paruh, mata, dan kaki, serta berbagai ciri lain yang tidak umum. Catatan tambahan tentang suara, tingkah laku, dan lokasi, juga akan banyak membantu dalam pengenalan selanjutnya.

Contoh sketsa lapangan dalam buku catatan (Tiong-lampu biasa Eurystomus orientalis).

Jika melihat seekor burung yang belum dikenal, tetapi mirip jenis yang sudah diketahui, catatlah ciri-cirinya yang berbeda. Misalnya “burung merpati kecil berwarna agak merah jambu, mirip tekukur biasa, tetapi tanpa bercak putih atau bercak hitam pada leher, kepala lebih abu-abu. dan warna merah-coklat lebih polos pada punggung”. Ciri-ciri tersebut dapat digunakan dalam identifikasi selanjutnya, sehingga dapat diperkirakan bahwa jenis tersebut adalah Dederuk Jawa.

Buku panduan lapangan juga perlu dibawa, berguna sebagai referensi yang cepat-dekat, sehingga Anda dapat mencocokkan kembali ciri-ciri yang terlewat pada pene-muan pertama. Buku panduan bermanfaat karena beberapa jenis burung sulit diidenti-fikasi di lapangan, beberapa jenis lainnya bahkan tidak mungkin diidentifikasi tanpa pemeriksaan dari dekat dan pengukuran. Melalui pengalaman, Anda akan belajar untuk menentukan jenis burung yang sulit untuk diidentifikasi atau ciri-ciri penting yang perlu diamati. Ciri-ciri diagnostik juga diberikan dalam buku ini, baik dalam deskripsi setiap jenis maupun dalam catatan yang menyertai setiap gambar. (Bersambung)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s