Deskripsi fisik kawasan hidup burung di Sunda Besar

Di dalam buku Burung burung di Sumatera, Jawa, Bali dan Kalimantan karya John MacKinnon, Karen Phillippsdan Bas van Balen, Kepulauan Sunda Besar secara geologi disebut relatif baru, muncul dari permukaan laut sejak 15-30 juta tahun yang lalu sebagai hasil aktivitas tektonis dan vulkanis.

Sumatera dan Jawa terletak di sepanjang rangkaian gunung berapi. Di Sumatera, rangkaian ini berupa Peg. Bukit Barisan, yang terbentang di sepanjang pulau, tetapi di beberapa tempat rangkaian ini terputus oleh celah lembah dan danau. Puncak tertinggi-nya suatu gunung berapi aktif, yaitu G. Kerinci (3.805 m), sedangkan kawasan hutan mencapai batas tertingginya di G. Leuser (3.419 m), yang tidak begitu aktif. Puncak-puncak yang kurang tinggi terletak di bagian selatan. Di sebelah barat jajaran Peg. Bukit Barisan, bagian permukaan turun dengan tajam ke arah pantai dan ke arah Samudera Indonesia.

Di sini terdapat dataran pesisir yang agak sempit. Sebaliknya, ke arah timur, tanah menurun landai di atas Dangkalan Sunda ke dalam L. Sunda yang lebih dangkal. Dataran pesisir dan aluvial di sini membentuk rawa yang luas. Akibat gerakan melipat dan meretak, terbentuk potongan-potongan pantai barat Sumatera, lalu terbentuk beberapa kelompok pulau, yang secara keseluruhan dikenal sebagai Kep. Mentaur. Sedangkan di bagian timur Sumatera, terbentuk suatu deretan pulau kecil (Kep. Riau dan Lingga) serta dua pulau besar (Bangka dan Belitung),

Di P. Jawa, gunung berapi tidak membentuk suatu deretan pegunungan, tetapi menyebar dan terpisah, dikelilingi oleh daratan. Karena gunung-gunung ini lebih aktif, maka tanah di P. Jawa menjadi lebih subur dibandingkan dengan di P. Sumatera. P. Madura dan Bali baru-baru ini saja terpisah dari P. Jawa. Beberapa puncak gunung berapi di P. Jawa dan Bali tingginya melampaui 3.000 m.

Gunung berapi paling tinggi yang masih aktif ialah G. Semeru (3.676 m). Sedangkan hutan mencapai titik tertinggi di G. Pangrango (3.019 m) yang tidak aktif, Seperti di Sumatera, dataran aluvial yang terbentang di Dangkalan Sunda (bagian utara) lebih luas daripada yang menghadap ke Samudera Indonesia (bagian selatan). Garis pantai selatan P. Jawa tidak datar, berbatu-batu, dan terdapat beberapa teluk berpasir.

Kalimantan tidak mempunyai gunung berapi yang aktif, walaupun barisan gunungnya bersifat vulkanis. G. Kinabalu di bagian utara (Sabah) dengan ketinggian 4.101 m merupakan puncak tertinggi di Asia Tenggara, Gunung ini merupakan sumbatan granit yang terangkat oleh tekanan vulkanis. Hanya sedikit puncak lain yang tinggihya melampaui 3.000 m (memang hanya 6% dari seluruh pulau ini terletak di atas ketinggian 1.000 m).

Pegunungan utama yang merupakan tulang punggung Kalimantan terbentang dari timur laut, mengikuti garis rnelengkung sepanjang pesisir dengan cabang ke arah selatan, yaitu Peg, Mueller, dan meluas ke arah bawah ke Peg. Bukit Raya. Cabang kedua ke bagian selatan, meluas ke Peg. Meratus di bagian tenggara. Antara barisan-barisan pegunungan ini, terbentang sungai besar yang meluas ke dataran pesisir di bagian selatan dan barat serta ke daratan sempit di bagian utara dan timur.

Iklim

Iklim di wilayah ini adalah iklim khatulistiwa lembab, dengan hujan hampir sepanjang tahun dan hanya beberapa bulan kering (dengan curah hujan kurang dari 100 mrn). Angin musim dingin di bagian utara (November-April) umumnya lebih basah daripada angin musim panas di bagian selatan.

Penyebaran curah hujan di beberapa daerah pesisir bersifat bimodal (dua puncak curah hujan) dan beberapa lokasi, seperti Aceh Utara di Sumatera, pantai timur Kalimantan, dan ujung timur Jawa (termasuk Bali), beriklim lebih musiman dan lebih kering dibandingkan dengan bagian lainnya. Di bagian pedalaman yang berbukit di Kalimantan, Sumatera, dan Jawa barat, curah hujan tercatat antara 2.000-4.000 mm per tahun. Akan tetapi, curah hujan di bagian utara Bali di bawah 1.000 mm. (Bersambung)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s